![]() |
| Seren Taun Di Kuningan digelar Malam Ini Memperkuat kesadaran masyarakat Pelestarian Budaya di masa depan |
sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya, toleransi, dan penguatan identitas bangsa di tengah tantangan modernisasi. Melalui rangkaian kegiatan budaya, seminar,
hingga ruang dialog lintas kepercayaan, perhelatan tahunan ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga akar tradisi demi keberlangsungan bangsa di masa depan.
Wakil Ketua Panitia Seren Taun 2026, Juwita Jatikusumah Putri, mengatakan tema tahun ini dipilih untuk mengajak masyarakat memaknai budaya sebagai warisan besar yang tidak hanya berbentuk benda,
tetapi juga nilai kehidupan yang diwariskan lintas generasi. Menurutnya, prasasti budaya dipahami sebagai bagian dari kehidupan manusia yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.
Ketika kita memaknai prasasti itu memang bukan dalam konteks yang hanya kebendaan, tetapi bahwa kehidupan ini adalah prasasti dari Yang Maha Kuasa yang harus kita sadari dan kita lestarikan baik itu sebagai manusia maupun sebagai bangsa,” ujar Juwita
Selain mengangkat tema pelestarian budaya, Seren Taun tahun ini juga menghadirkan sejumlah artefak budaya yang tersimpan di Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur agar lebih dikenal masyarakat luas.
Kehadiran artefak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal kepada generasi muda.
Rangkaian kegiatan Seren Taun 2026 akan diisi berbagai agenda adat seperti ngalungsurkeun pare, mitembeyan ngais pare, upacara Bale Kembang, pentas seni budaya,
hingga harmoni antariman yang melibatkan berbagai unsur agama dan kesenian. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 Juni 2026 dengan menampilkan atraksi budaya khas masyarakat adat Cigugur.
Juwita menilai penguatan budaya menjadi tugas penting generasi saat ini agar masyarakat tidak kehilangan akar identitasnya di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Ia menyebut sebuah bangsa dapat tumbuh kuat apabila tetap menjaga tradisi dan karakter kebudayaannya.
Bahwa kewajiban generasi kita adalah melakukan penguatan, mengingatkan bahwa sebuah bangsa itu bisa tumbuh berkembang ketika akar budaya dan tradisinya itu kuat, seperti pohon yang kuat karena akarnya kuat,” kata Juwita.
Melalui Seren Taun 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya menyaksikan ritual budaya, tetapi juga memahami nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai fondasi memperkuat persatuan dan kehidupan kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
(Gus)



























