![]() |
| Cegah Stunting Gerakan , Wabup Kuningan Perkuat Gerimis dan Gematel di Gulirkan |
Gerakan tersebut diluncurkan di Desa Cibuntu, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jumat, 28 Agustus 2026. Program menyasar wilayah yang menjadi lokus penanggulangan stunting di Kabupaten Kuningan.
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH., M.Kn mengatakan penanganan stunting tidak cukup dilakukan dengan melihat angka prevalensi. Di balik setiap angka terdapat anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian.
“Stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan anak, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” demikian pesan Wabup Tuti.
Gerimis dan Gematel diarahkan untuk meningkatkan konsumsi pangan bergizi, khususnya susu dan telur. Kelompok yang mendapat perhatian khusus antara lain ibu hamil dan balita.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menilai pemenuhan protein hewani merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, edukasi tentang makanan bergizi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap pangan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan Dr. A. Taufik Rohman, M.Si., M.Pd., mengatakan penanggulangan stunting membutuhkan intervensi sejak dini, terintegrasi dan berkelanjutan.
Penanganannya tidak hanya menyasar anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga pencegahan sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi ibu dan anak, pola asuh, hingga ketahanan pangan keluarga.
Program tersebut juga memperlihatkan keterlibatan dunia usaha. Sebanyak 16 pelaku usaha peternakan memberikan dukungan dalam kegiatan penanggulangan stunting tersebut. Pemerintah daerah mengapresiasi dukungan itu sebagai bentuk kepedulian sektor usaha terhadap kualitas sumber daya manusia.
Sejumlah pelaku usaha yang tercatat dalam kegiatan tersebut antara lain PT New Hope Farm Indonesia, Atmaza Farm, CV Altel, PT Charoen Pokphand Jaya Farm, CV Wangun Unggas Perkasa,
Koperasi Agri Berkah Kemuning, PT Sidosari Farm, PT Super Unggas Jaya, Koperasi Produsen Karya Nugraha Jaya Kuningan, Koperasi Konsumen Susu Laras Ati, Ersa Farm, KPSP Saluyu, PT AS Putra Group, CV Ryan Jaya Farm, PT Sari Bumi Farm, dan PT Sumber Inti Pangan.
Kolaborasi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi salah satu kunci dalam program tersebut. Pemerintah daerah berharap dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak keluarga, ibu hamil dan anak-anak.
Gerimis dan Gematel juga dimaksudkan untuk membangun kebiasaan konsumsi protein hewani sejak dini sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal Kabupaten Kuningan. Keberhasilan program,
menurut pemerintah daerah, nantinya tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari perubahan status gizi, pola konsumsi, kesehatan ibu dan anak, serta kualitas hidup masyarakat.
Wabup Tuti menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha diperlukan agar upaya penanggulangan stunting memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang Dari keluarga yang sehat, lahir generasi yang kuat. Dari generasi yang kuat, Kuningan melesat,” ujarnya.
Gerakan Minum Susu dan Gerakan Makan Telur tersebut kemudian secara resmi diluncurkan sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Kuningan
(Red)

















