Notification

×

Iklan

Iklan

Revitalisasi PAUD di Kabupaten Kuningan : Kabid Dicky Memperkuat APK dan Wujudkan Wajib Belajar 13Tahun

Rabu, 16 September 2026 | September 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-16T11:41:35Z


Revitalisasi PAUD di Kabupaten Kuningan : Kabid Dicky Memperkuat APK dan Wujudkan Wajib Belajar 13Tahun

KABUPATEN KUNINGAN,||  Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kuningan tidak sekadar diarahkan untuk memperbaiki bangunan dan sarana pendidikan. Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Rabu (16/9/20216) menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Kabid Pembinaan PAUD DIKMAS Disdikbud Kabupatén Kuningan Dicky Mahardika, SE, M. Si menjelaskan kan Targetnya bukan hanya sekolah yang lebih layak, tetapi semakin banyak anak Kuningan yang memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah.


Program revitalisasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan PAUD. Perbaikan sarana dan prasarana menjadi salah satu instrumen untuk mendekatkan layanan pendidikan berkualitas kepada masyarakat.ujarnya


Lebih jauh Dicky juga Penguatan PAUD berkaitan dengan upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD) di Kabupaten Kuningan.


Semakin luas akses terhadap layanan PAUD, semakin besar pula peluang anak usia dini memperoleh pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.


penguatan pendidikan prasekolah menjadi bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah


Tahap ini dipandang penting untuk membangun kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar, mulai dari aspek sosial-emosional, bahasa, kognitif, motorik hingga karakter,”katanya


Satu Desa Satu PAUD : Tantangan pemerataan pendidikan anak usia dini tidak berhenti pada revitalisasi gedung. Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga mendorong konsep “Satu Desa Satu PAUD Gagasannya sederhana: layanan PAUD harus sedekat mungkin dengan tempat tinggal masyarakat.


Dengan keberadaan PAUD di setiap desa, kesenjangan akses di wilayah yang selama ini masih terbatas layanan pendidikan anak usia dini diharapkan dapat ditekan.


Namun, keberadaan satuan PAUD di desa membutuhkan ekosistem pendukung. Pemerintah daerah, pemerintah desa, satuan pendidikan, Bunda PAUD, kader, masyarakat, orang tua,


serta pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi agar layanan tersebut tidak hanya hadir, tetapi mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.


Di titik inilah revitalisasi PAUD memiliki makna yang lebih luas. Program tersebut bukan semata soal membangun atau memperbaiki fasilitas fisik, melainkan membangun ekosistem pendidikan anak sejak usia paling awal.


Bukan Sekadar Bangunan Pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan peningkatan fasilitas berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran bahwa keberhasilan revitalisasi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran, 


kompetensi pendidik, keterlibatan orang tua, pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi anak, serta penguatan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).


Arti nya , ukuran keberhasilan revitalisasi PAUD tidak berhenti pada apakah ruang belajar menjadi lebih baik. Yang lebih penting adalah apakah anak mendapatkan layanan pendidikan dan pengasuhan yang mampu menjadi fondasi bagi perjalanan pendidikannya di masa depan.


Pendidikan anak usia dini pada akhirnya merupakan investasi sumber daya manusia. Anak yang memperoleh pendidikan dan pengasuhan yang baik sejak usia dini diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya.


Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat, revitalisasi PAUD diharapkan menjadi momentum untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di seluruh Kabupaten Kuningan.


Muara kebijakannya jelas: memperkuat APK PAUD, mendukung Wajib Belajar 13 Tahun melalui satu tahun prasekolah, sekaligus memperluas pemerataan layanan melalui semangat “Satu Desa Satu PAUD.


Sebab, pendidikan anak usia dini bukan sekadar urusan mempersiapkan anak masuk sekolah. Lebih jauh, PAUD menjadi salah satu titik awal dalam membangun fondasi generasi Kuningan pungkasnya 


(Gus)

×
Berita Terbaru Update