Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Warga Kuningan Padati Helaran Budaya Hari Jadi ke-528

Senin, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T07:17:26Z

Ribuan Warga Kuningan Padati Helaran Budaya Hari Jadi ke-528 


KABUPATEN KUNINGAN || Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalur Helaran Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, Minggu (13/9/2026)

Mengusung tema “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”, helaran tahun ini tidak sekadar menyajikan hiburan, tetapi juga mengangkat perjalanan sejarah, tradisi, dan identitas budaya Kuningan. Sejak pagi,


warga dari berbagai kalangan mulai memenuhi sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan karnaval. Anak-anak, pelajar, keluarga, hingga masyarakat umum tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan para peserta


Helaran berlangsung sekitar lima jam. Berbagai kelompok peserta menampilkan kreativitas dengan konsep yang menggambarkan perjalanan Kuningan dari masa ke masa.


Sejumlah ikon dan kesenian tradisional turut ditampilkan, di antaranya replika Kuda Putih, angklung, kisah Kerajaan Saunggalah, Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman, hingga beragam kostum Nusantara


Kemeriahan semakin terasa dengan keterlibatan pelajar, mahasiswa, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat. Penampilan drumband dan marching band, pencak silat, hingga Polisi Cilik turut menyedot perhatian warga.


Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, Ketua DPRD, Dandim 0615/Kuningan, Kapolres Kuningan, Kajari, serta Sekda yang juga Ketua Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan ikut berjalan dalam rangkaian helaran.


Mengenakan Kostum Nusantara dan busana Kerajaan Saunggalah, rombongan pimpinan daerah berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Panggung Kehormatan di Taman Kota Kuningan


Sepanjang perjalanan, mereka menyapa masyarakat yang memenuhi sisi jalan Saat membuka rangkaian karnaval, Bupati Dian menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai bagian dari identitas daerah.“Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri,” ujar Dian


Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat melupakan sejarah dan warisan leluhur. Kemajuan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas daerah.


Kita boleh modern, tapi tidak boleh lupa jasa-jasa leluhur. Jati diri dan tradisi harus menjadi bagian hidup kita, masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” katanya.


Berbeda dari karnaval yang hanya berorientasi pada hiburan, Helaran Budaya tahun ini dikemas secara tematik. Peserta disusun berdasarkan alur sejarah sehingga masyarakat dapat mengikuti gambaran perjalanan Kuningan secara lebih runtut.


Rangkaian tersebut menggambarkan perjalanan mulai dari masa prasejarah, perkembangan Hindu-Buddha, masuknya Islam, masa kolonial Belanda, perjuangan menuju kemerdekaan, Perundingan Linggarjati, hingga era kemerdekaan.


Keterlibatan peserta juga cukup luas. Selain organisasi perangkat daerah, kegiatan diikuti unsur TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, serta perwakilan dari 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan.


Sejumlah peserta bahkan memasukkan isu aktual dalam penampilan mereka. Pesan mengenai kebersihan, pelestarian lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta harapan terhadap kemajuan Kuningan disampaikan melalui berbagai pertunjukan.


Di tengah rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Kuningan turut memberikan Anugerah Tokoh Pinunjul Kuningan kepada Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Kuningan.


Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Dian di Panggung Kehormatan. Usai kegiatan, Bupati Dian mengapresiasi antusiasme masyarakat yang bertahan hingga seluruh pertunjukan berakhir.


Ia menilai pelaksanaan helaran tahun ini lebih tertata karena setiap peserta membawa tema masing-masing dan mengikuti pengaturan yang telah ditetapkan panitia.


“Saya sangat puas, merasa terhibur, dan saya lihat masyarakat bertahan sampai akhir. Lima jam tanpa jeda dan sekarang lebih terkonsep,” ungkapnya.


Dian menilai Helaran Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan berhasil memadukan unsur hiburan dan edukasi. Masyarakat tidak hanya memperoleh tontonan, tetapi juga pengetahuan mengenai sejarah dan kekayaan budaya daerah.


“Ini jujur merupakan hiburan yang menarik dan berisi, ada tontonan dan ada juga tuntunan. Mudah-mudahan jadi spirit bagi kita untuk membangun ke arah lebih baik,” tuturnya.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen mengembangkan potensi daerah melalui berbagai kegiatan kreatif, termasuk festival yang memiliki daya tarik hingga tingkat internasional.


Bupati Dian berharap pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui strategi yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, Kuningan memiliki modal berupa kekayaan alam, sumber daya manusia, serta potensi ekonomi kreatif yang masih dapat dikembangkan secara optimal.


Ia pun mendorong seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam mengangkat potensi daerah. “Saya ingin Kuningan melejit melesat ke depan dengan segala potensi yang ada. Ini kita belum tergali saja. Kalau bukan oleh kita, siapa lagi?” pungkasnya.


(Gus)

×
Berita Terbaru Update