![]() |
| isu pemotongan PIP yang bersumber dari aspirasi ini membuat resah |
Kabar tersebut diakui oleh kepala sekolah di Salah satu di antaranya Cecep Aripin ketua k3S maleber memberikan kesaksiannya kepada awak media Selasa (10/06/2025)
Dikatakan Cecep , isu pemotongan PIP yang bersumber dari aspirasi ini membuat resah pihaknya. Sebab, para kepala sekolah merasa dirugikan karena dituding melakukan pemotongan.
Padahal kita tidak tahu apa-apa, dari mulai pendataan dan yang lainnya. Kita hanya tahu saat bantuannya cair karena diminta persyaratan oleh pihak perbankan," kata Cecep
Cecep mengaku serba salah dengan hal bantuan PIP Aspirasi ini. Di satu sisi dia mengaku senang karena banyak pelajar membutuhkan yang tidak ter-cover bantuan dari PIP Reguler, tapi di sisi lain pemotongan tersebut membuat pihaknya resah karena dituding melakukan pemotongan.
Banyak kepala sekolah yang keberatan siswanya didata untuk mendapatkan bantuan PIP Aspirasi jika sistemnya seperti ini,
Menurut memegang PIP yang ngk mau d sebutkan nama nya , pihaknya menerima sejumlah laporan dari kepala sekolah yang mengaku tidak pernah mengajukan dana PIP Aspirasi untuk para pelajar, tapi tiba-tiba muncul SK.
Pertanyaannya jelas, siapa yang memotong dan siapa yang dipotong. Memang ada beberapa kepala sekolah yang mengeluhkan, tidak pernah mengusulkan tapi akhirnya menerima SK," ungkapnya
Dalam penyaluran dana PIP Aspirasi ini, menurut Cecep , tidak diperkenankan adanya pemotongan atau penahanan yang dilakukan oleh pihak sekolah, apapun alasannya. Cecep sendiri mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah atau Guru untuk agar tidak melakukan pemotongan Sekolah hanya tinggal menyerahkan kartu ATM kepada siswa atau orang tua,"
Terkait dana bantuan PIP Reguler yang dikoordinir sekolah sendiri, pihak sekolah hanya melakukan pendataan dan verifikasi penerima. Adapun pencairan dilakukan langsung oleh pemerintah ke akun perbankan para pelajar Dan memang ini tidak benar, kalau dibiarkan bahaya," pungkasnya
(Agus)

