![]() |
| Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang hadir mewakili Pemda Provinsi Jawa Barat |
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang hadir mewakili Pemda Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti komitmen Jabar dalam mendorong transformasi industri ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, hari ini Pemdaprov Jabar meraih penghargaan kategori Pemerintah Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik. Ini hasil kerja keras seluruh pihak yang konsisten menjalankan prinsip industri berkelanjutan,” kata Erwan.
Erwan menekankan, AIGIS merupakan platform penting untuk mempercepat transisi menuju industri hijau. Efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan penggunaan teknologi rendah karbon disebut sebagai pilar utama menuju target net zero emission sektor industri pada 2050.
Upaya tersebut sejalan dengan program Green Industry Service Company (GISCO) yang diinisiasi Kementerian Perindustrian. Melalui GISCO, industri didampingi dalam asesmen efisiensi, penghitungan jejak emisi, penyusunan rencana transisi hijau, hingga fasilitasi pembiayaan.
“Ekonomi hijau berkelanjutan adalah tujuan kita semua. Jawa Barat siap menjadi bagian penting dalam pencapaiannya,” tegas Erwan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa AIGIS 2025 digelar dengan prinsip Zero Emission, Zero Waste, dan Zero APBN. Ia menekankan pentingnya ekonomi sirkular untuk memperkuat implementasi industri hijau.
Menurut Agus, sejumlah perusahaan nasional telah mempraktikkan ekonomi sirkular, mulai dari mendaur ulang limbah plastik menjadi kemasan baru, melebur scrap metal menjadi baja, hingga memanfaatkan limbah biomassa sebagai energi alternatif.
“Dengan ekonomi sirkular, kita bukan hanya menekan emisi dan mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, dan membuka lapangan kerja hijau,” ujarnya.
Agus menambahkan, transformasi menuju industri hijau semakin relevan dengan meningkatnya tuntutan konsumen global terhadap produk ramah lingkungan. Didukung kebijakan pemerintah, akses pembiayaan hijau, hingga mekanisme perdagangan global seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), industri nasional dituntut siap beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar internasional.
(*)

