![]() |
| Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Bandung ke-215 di Gedung DPRD |
Menurut Dedi, seluruh drainase di Kota Bandung harus segera dibersihkan agar tidak menimbulkan masalah banjir maupun pencemaran. Ia mengingatkan bahwa saluran yang tersumbat bisa menyebabkan air meluap dan berubah menjadi hitam saat curah hujan tinggi.
“Di Kota Bandung, saya fokuskan seluruh drainase harus segera dibersihkan. Jangan sampai ketika hujan turun terjadi penyumbatan, air meluap, dan menjadi hitam,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.
Selain drainase, Gubernur KDM juga menyoroti kondisi jalan dan penerangan jalan umum (PJU). Ia meminta agar jalan ditata dengan marka yang jelas dan penerangan diperkuat di titik-titik krusial Jalan harus dibuat mulus bergaris (marka yang jelas), kemudian PJU harus terang,” tambahnya.
Dedi menilai, penataan drainase, jalan, dan PJU merupakan bagian penting untuk memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
“Bandung nanti tumbuh menjadi kota terbersih (di Indonesia). Kota dengan hamparan taman indah serta bangunan heritage yang tertata,” ucapnya penuh optimisme.
Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pihaknya siap menindaklanjuti instruksi Gubernur Jabar. Ia menyebut Pemkot Bandung sudah menyiapkan langkah teknis untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dasar.
Menurut Farhan, kunci keberhasilan pembangunan Kota Bandung adalah kolaborasi, komunikasi, dan integritas. “Kunci keberhasilan program untuk Kota Bandung yaitu kolaborasi dan komunikasi dengan integritas. Karena wajah kita semua di mata masyarakat,” kata Farhan.
Farhan juga menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. “Pemkot Bandung mendukung penuh program yang digariskan Gubernur Jabar dan Presiden RI. Kita memiliki tanggung jawab moral sebagai lokomotif pembangunan,” tandasnya.
(*)


