![]() |
| Dalam rangka menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza, |
Forum internasional bersejarah ini mempertemukan para pemimpin dunia dalam rangka menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza, yang menandai berakhirnya konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil kerja sama panjang berbagai pihak di kawasan maupun komunitas internasional.
“Setelah bertahun-tahun penderitaan dan pertumpahan darah, perang di Gaza telah berakhir. Bantuan kemanusiaan telah mengalir, termasuk ratusan truk berisi pangan dan obat-obatan,” ujar Trump dalam keterangan persnya.
Trump menambahkan, warga sipil Gaza kini mulai kembali ke rumah masing-masing, sementara para sandera telah dipulangkan dan berkumpul kembali dengan keluarga mereka.
Dalam pidatonya, Trump juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin dunia, termasuk negara-negara kawasan Timur Tengah, yang berkontribusi dalam perundingan perdamaian.
Ia menegaskan bahwa agenda berikutnya adalah rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza, dengan dukungan global untuk membangun kembali infrastruktur, layanan publik, dan kehidupan masyarakat sipil.
“Bantuan internasional akan difokuskan untuk memperbaiki kondisi kemanusiaan dan memastikan Gaza menjadi wilayah yang damai dan aman bagi seluruh warganya,” kata Trump Hadirnya Indonesia dalam forum ini, kata pengamat diplomasi,
menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Republik Indonesia terhadap perdamaian dunia dan diplomasi kemanusiaan, sejalan dengan amanat konstitusi UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh dipandang sebagai momentum penting komunitas internasional untuk memperkuat kolaborasi menuju Timur Tengah yang damai, stabil, setara, dan sejahtera, sekaligus meneguhkan kembali solidaritas global dalam menjaga perdamaian.
(*)

