![]() |
| Apel Akbar Perangkat Desa se-Kabupaten Kuningan |
Apel tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, S.E., Kapolres Kuningan yang diwakili Kapolsek Kuningan AKP Bambang Poernomo, S.H., Dandim 0615/Kuningan yang diwakili Pasi Intel Kodim 0615/Kuningan Kapten Inf. Suherdi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Dr. Toto Toharudin, M.Pd., M.H., Camat Kuningan Eko Yuyud Mahaendra, AP., M.Si., perwakilan kepala desa, serta Ketua PPDI Kabupaten Kuningan Ade Sudiman.
Rangkaian apel berlangsung khidmat, diawali penghormatan kepada komandan dan inspektur apel, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, penyampaian naskah akademik, amanat, hingga doa penutup. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi dan penguatan komitmen perangkat desa dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ketua PPDI Kabupaten Kuningan Ade Sudiman dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan perangkat desa. Ia menilai kenaikan penghasilan perangkat desa sebesar delapan persen, pemberian Nomor Induk Perangkat Desa,
serta seragam kerja sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis perangkat desa. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas perhatian yang nyata kepada perangkat desa, mulai dari kenaikan penghasilan delapan persen, pemberian NIPD, hingga seragam kerja,” ujarnya.
Terkait isu Tunjangan Hari Raya dan kabar rencana longmarch ke Gedung DPRD Kabupaten Kuningan pasca apel, Ade menegaskan informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan tidak pernah ada rencana aksi tersebut dan menyebutnya sebagai upaya adu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kami diadu domba. Sejak awal tidak ada rencana longmarch. Terkait THR, kami hanya menyampaikan naskah akademik dan seluruhnya kami serahkan kepada Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Ade juga membenarkan absennya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan dalam apel akbar. Menurutnya, Kepala DPMD telah berkoordinasi sebelumnya karena adanya agenda resmi ke Jakarta yang juga telah diketahui Bupati Kuningan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kuningan Budi Alimudin menyampaikan apresiasi kepada PPDI Kabupaten Kuningan dan seluruh pihak atas terselenggaranya apel akbar dengan lancar dan tertib. Ia juga mengapresiasi kepedulian sosial perangkat desa yang menggalang donasi bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,
serta bantuan kepada warga Desa Ancaran untuk meringankan pembangunan rumah tidak layak huni. “Kepedulian ini adalah wujud nyata nilai kemanusiaan perangkat desa. Insyaallah seluruh kebaikan ini menjadi pahala bagi kita semua,” ujar Budi.
Budi Alimudin juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam apel akbar. Ia menjelaskan bahwa pada hari yang sama terdapat agenda audiensi dan silaturahmi dengan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta Selatan yang harus dihadiri bersama jajaran DPMD dan Plt Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian. Namun Budi memastikan sudah berkoordinasi dengan ketua PPDI.
Dengan rangkaian klarifikasi tersebut, Apel Akbar Perangkat Desa se-Kabupaten Kuningan ditegaskan sebagai agenda konsolidasi, penguatan organisasi, dan kepedulian sosial, sekaligus menepis isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta menegaskan komitmen perangkat desa untuk tetap bekerja profesional dalam koridor kelembagaan pungkasnya
(*)


