![]() |
| Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah |
Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menyongsong bulan penuh berkah dengan kesiapan lahir dan batin. Kepala Desa Puncak, Mustopa, S.Tp, menegaskan bahwa Tarhib Ramadan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari penguatan nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
Ramadan adalah tamu istimewa yang selalu kita nantikan setiap tahun. Karena itu, kita ingin menyambutnya dengan hati yang gembira, doa terbaik, dan kebersamaan yang hangat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dengan jumlah peserta yang cukup besar. Berdasarkan data panitia, peserta terdiri dari 45 anak PAUD Al Amin, 55 siswa TK Al Ikhlas, 80 siswa SDN 1 Puncak, 82 siswa SDN 2 Puncak, 58 santri MD/TPA/TPQ, 15 tokoh agama, 17
unsur Pemdes dan Linmas, serta 135 anggota Majelis Taklim Al Ikhlas Desa Puncak. Secara keseluruhan, kegiatan ini akan diikuti sedikitnya 487 peserta. Menurut Mustopa, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadan. Ia menilai keterlibatan lintas lembaga pendidikan dan keagamaan menjadi kekuatan tersendiri bagi Desa Puncak.
Ketua MUI Desa Puncak, Kyai Udin Hasanudin, menyampaikan bahwa Tarhib Ramadan merupakan sarana penguatan syiar Islam di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya kesiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci. “Kita tidak hanya menyiapkan fisik, tetapi juga memperbaiki niat dan memperbanyak doa agar Ramadan tahun ini lebih berkah,” tuturnya.
Ketua DKM Al Ikhlash, Aang Kusnandar, menambahkan bahwa Masjid Desa Puncak akan menjadi pusat kegiatan ibadah selama Ramadan, mulai dari salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga pembinaan keagamaan lainnya. Sementara itu, Kepala Madrasah Diniyah (MD) Desa Puncak, Nani Rohaeni, S.Pd,
mengatakan para santri dan siswa dari berbagai lembaga pendidikan akan ambil bagian aktif dalam rangkaian kegiatan. Ia menilai kolaborasi antara lembaga formal dan nonformal menjadi kunci dalam membentuk generasi yang siap menyambut Ramadan dengan pemahaman yang utuh.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar memahami makna menyambut Ramadan. Ini bagian dari pendidikan akhlak dan pembiasaan ibadah sejak dini,” ujarnya.
Panitia juga melibatkan kepala TPQ/TPA, majelis taklim, unsur Pemdes, IRMAS, DKM, dan MUI se-Desa Puncak guna memastikan kegiatan berjalan khidmat dan meriah.
Secara terpisah, Mustopa berharap seluruh masyarakat dapat hadir dan menjadikan Tarhib Ramadan sebagai titik awal memperbaiki diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan yang indah dimulai dari hati yang siap. Mari kita sambut bersama-sama dengan semangat kebersamaan,” imbuhnya.
Dengan partisipasi ratusan peserta dan dukungan seluruh elemen desa, Tarhib Ramadan 1447 H di Desa Puncak diharapkan menjadi penguat persatuan sekaligus pengingat pentingnya kesiapan spiritual dalam menyongsong bulan suci Ramadan.
(Agus)


