Notification

×

Iklan

Iklan

kunjungan Silaturahmi Staf Angkatan Darat (Seskoad) Penanggulangan Bencana dan Pembangunan Berkelanjutan Di Kuningan

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T23:57:07Z

kunjungan silaturahmi Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL

KABUPATEN KUNINGAN,|| kunjungan silaturahmi Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) Tahun Ajaran 2026, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (7/4/2026).

Turut mendampingi Bupati Kuningan dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Kuningan serta Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KKL Wilhan yang dilaksanakan pada 6 hingga 9 April 2026 di wilayah Kabupaten Kuningan.


Rombongan Seskoad terdiri dari 23 orang siswa beserta pendamping, dengan fokus kegiatan pada pengumpulan data lapangan sebagai bahan kajian strategis, khususnya terkait penanggulangan bencana dan penguatan sistem pertahanan wilayah.


Adapun rombongan KKL Wilhan Seskoad Kelompok 1 dipimpin oleh Kolonel Inf. Chrisbianto Arimurti , dengan Pati Kelompok Kolonel Inf. Sahat Honang Saragih serta Ketua Kelompok Mayor Arh. H. Khairul Basyri Hasyim.


Bupati Dian menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan KKL. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi penting antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan dalam membangun wilayah yang tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan.


“Kami merasa terhormat dan bangga Kabupaten Kuningan menjadi lokus kegiatan KKL Seskoad. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk bertukar informasi, berdiskusi, serta memperkuat sinergi dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, kondusif, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.


Bupati Dian turut memaparkan gambaran umum Kabupaten Kuningan, yang terdiri dari 32 kecamatan dan 376 desa/kelurahan dengan luas wilayah sekitar 119 ribu hektare. Secara geografis, Kuningan berada di wilayah timur Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, menjadikannya wilayah strategis dengan karakter sosial budaya yang beragam.


Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Kuningan difokuskan pada sektor pertanian dan pariwisata, dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Kuningan juga dikenal sebagai kabupaten konservasi yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, termasuk dengan membatasi investasi yang berpotensi menimbulkan pencemaran.


“Kami ingin pembangunan di Kuningan tetap seimbang. Pertumbuhan ekonomi berjalan, namun kelestarian lingkungan tetap terjaga. Oleh karena itu, kami sangat selektif terhadap investasi, khususnya industri yang berpotensi menimbulkan polusi,” jelasnya.


Bupati juga mengungkapkan bahwa kondisi geografis Kuningan yang didominasi wilayah perbukitan dan berada di kawasan Gunung Ciremai menjadikan daerah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata, namun juga memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.


“Topografi Kuningan yang berbukit membuat kami memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Hampir setiap hari terdapat laporan kejadian bencana, baik longsor, pergerakan tanah, maupun kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem,” ungkapnya.


Dalam konteks pembangunan, Bupati Dian juga memaparkan sejumlah capaian yang telah diraih, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran melalui penguatan sektor pertanian. Program bantuan benih gratis dan subsidi pupuk kepada kelompok tani dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Dalam waktu relatif singkat, angka kemiskinan dan pengangguran di Kuningan dapat ditekan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga terus berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk penanganan ratusan ruas jalan yang mengalami kerusakan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan wilayah.


Di hadapan para peserta KKL, Bupati Dian menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan.


“Kami meyakini bahwa pembangunan yang ideal harus memperhatikan berbagai aspek secara menyeluruh, termasuk ketahanan wilayah. Oleh karena itu, masukan dari para peserta KKL Seskoad ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kami dalam merumuskan kebijakan ke depan,” tambahnya.


Sementara itu, perwakilan Seskoad menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan KKL Wilhan ini bertujuan untuk menghimpun data dan informasi sebagai bahan kajian dalam merumuskan strategi pertahanan wilayah,khususnya dalam konteks penanggulangan bencana.


Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk memberikan data dan informasi yang dibutuhkan, sehingga dapat menjadi bahan analisis yang komprehensif,” ujarnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pengumpulan data, serta diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Seskoad dalam mendukung pembangunan dan ketahanan wilayah.


(*)

×
Berita Terbaru Update