Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Karawang Upacara Hari Kebangkitan Nasional  Harkitnas ke- 118 Semangat Dalam Pembangunan

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T10:23:44Z

Pemkab Karawang Upacara Hari Kebangkitan Nasional  Harkitnas ke- 118 Semangat dalam pembangunan 
KABUPATEN KARAWANG, || Ketua DPRD Kabupaten Karawang didampingi Anggota DPRD menghadiri upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada Rabu 20 Mei 2026, dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa. Tema tersebut juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat , bertempat di Plaza Pemda Kabupaten Karawang.


Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke- 118 tahun. Upacara diikuti TNI & Polri, ASN, perwakilan Organisasi Masyarakat, Mahasiswa dan Belajar.


Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Karawang H. Maslani mengucapkan selamat Hari Kebangkitan Nasional yang ke 118 tahun 2026.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karawang saya mengucapkan selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 118 tahun, bagi Karawang kebangkitan Nasional bukan sekedar catatan sejarah melainkan nyala semangat yang terus hidup dalam denyut pembangunan,” ujarnya


la juga menyebutkan, melalui momentum Harkitnas tersebut mampu membangkitkan pendidikan, memperkuat persatuan dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat bukan hanya menghadirkan kemajuan fisik saja.


“Kebangkitan nasional sejati adalah ketika pembangunan tidak hanya menghadirkan kemajuan fisik tetapi juga Membangkitkan pendidikan, memperkuat persatuan dan menghadirkan Kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Karawang H. Maslani juga membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Ia menyebutkan peringatan Harkitnas tersebut merupakan refleksi dari momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.


Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai menggabungkan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan


(Nanang)

×
Berita Terbaru Update