.Atas kejadian tersebut Kepala Desa Parung Osa maliki merasa prihatin atas kejadian ini dan berharap agar pemerintah harus peduli pada keselamatan warganya.
Namun pohon tumbang yang paling besar 10 meter dan diameter 1-2 meter yang tumbuh berada di Jalan mengakibatkan ranting dan batang pohon menimpa kendaraan tapi pada peristiwa ini ada korban jiwa.
"Pohon yang tumbang bukan karena sudah tua atau keropos batangnya, tetapi kencangnya tiupan angin mengakibatkan akar pohon tidak mampu menahannya,"
Menurutnya,Yeni warga Desa Parung Rt 07/rw 02 Kecamatan Darma diduga karena luka di bagian kepalanya cukup parah, akhirnya nyawanya tak tertolong beberapa saat setelah sampai di Rumah Sakit Juanda Kuningan sekitar pukul 20.00 Wib, pohon tumbang akibat diterpa angin kencang
Dia juga berharap dengan kejadian musibah ini , pemerintah segera ambil sikap untuk menertibkan atau menebang pohon pinggir jalan raya yang berpotensi terjadinya tumbang dan menyebabkan kecelakaan.
"Kepada pemerintah kabupaten kuningan yang sekiranya Membayakan pengguna lalulintas kendaraan pohon pohon yang ada dipinggir jalan sudah layaknya ditebang yang Akan membahayakan warga Desa parung meninggal akibat pohon tumbang yang sudah tida layak,
Lebih lanjut, pihaknya sudah melakukan antisipasi pohon tumbang sejak memasuki musim penghujan, seperti memangkas pohon yang sudah keropos, bahkan menebang pohon yang rawan tumbang dan diganti dengan pohon yang masih muda dan tahan terhadap hempasan Angin kencang tuturnya
(Agus)


