![]() |
| Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara |
Apel gabungan tersebut diikuti oleh para Asisten, Koordinator, serta seluruh pegawai Kejati Jawa Barat secara langsung, serta seluruh pegawai di 25 Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat yang mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam amanatnya, Wakajati Jabar menegaskan bahwa awal tahun kerja merupakan momentum strategis untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan meningkatkan kinerja seluruh jajaran Adhyaksa di Jawa Barat.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menyusun strategi kerja yang matang dan terarah, sehingga setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi institusi maupun masyarakat.
Wakajati menekankan bahwa setiap rencana kegiatan harus berangkat dari strategi yang jelas, agar kinerja yang dicapai tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mencerminkan profesionalisme dan akuntabilitas institusi Kejaksaan.
Selain itu, Wakajati juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, yang tidak semata-mata diukur dari kehadiran, melainkan dari kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik, menghasilkan output berkualitas, serta bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan.
Dalam konteks pengawasan, Wakajati menegaskan bahwa pengawasan dan perhatian pimpinan bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud tanggung jawab dan kepedulian antar sesama Insan Adhyaksa.
Pengawasan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling melindungi, agar seluruh jajaran tetap berada dalam koridor hukum, etika, dan nilai-nilai integritas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergi antara Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penegakan hukum.
Menutup amanatnya, Wakajati Jabar berharap seluruh jajaran Kejaksaan di Jawa Barat dapat terus bekerja secara profesional, proporsional, dan berintegritas, sehingga setiap ikhtiar dan pengabdian mampu membawa manfaat, kebaikan, serta mewujudkan cita-cita dan harapan bersama.
(*)

