![]() |
| terperosok ke dalam sumur, saat membersihkan kebun miliknya, |
Upaya evakuasi berlangsung dramatis, 7 anggota piket regu 3 yang dikomandani langsung Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, sekitar 20 menit, dengan menurunkan satu anggota ke dalam sumur tak berair sedalam 30 meter berupaya keras mengangkat korban.
Setelah sekitar 20 menit kami berupaya, korban dapat kami angkat dengan kondisi telah meninggal dunia,” ungkap Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah.
Andri memaparkan, pihaknya menerima laporan kejadian terperosoknya Diding ke dalam sumur sekitar pukul 14.16 WIB. Paska menerima laporan bersama anggota anggota piket regu 3 dia segera meluncur ke tempat kejadian, dan setibanya di lokasi dengan dibantu jajaran kepolisian, TNI, RPMK, serta aparat dan masyarakat desa setempat langsung melakukan evakuasi.
Dijelaskan Andri, didapat keterangan dari warga dan para saksi, bahwa kejadian itu bermula saat Diding dibantu oleh dua keponakannya membersihkan kebun milik Diding, yang berlokasi di Rt.07/04, Dusun Wage, Desa Cigedang, Kecamatan Luragung.
Namun, sambung Andri, setelah agak lama membersihkan kebun, Diding tiba-tiba menghilang, sehingga kedua
keponakannya tersebut panik, serta tak henti terus menlakukan pencarian. Sampai akhirnya, setelah kurang lebih 3 jam mencari, mereka melihat rokok, kunci mobil dan HP di sekitar sumur, sedangkan kondisi tutup sumur sendiri tampak berserakan.
“Disaat mereka mengamati ke dalam sumur itulah, mereka melihat korban berada di dalam sumur. Lalu, Idit, salah satu dari keponakan korban menghubungi UPT Damkar Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi,” jelas Andri.
Menurut Andri, setelah berhasil di evakuasi, mayat korban langsung dibawa ke kediaman orang tuanya di Desa/Kecamatan Ciwaru, untuk dikebumikan
(*)

