![]() |
| Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir diam-diam di Kabupaten Kuningan |
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir diam-diam di Kabupaten Kuningan, menyusuri jejak-jejak aktivitas yang diduga menggerogoti alam
Di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, suara batu yang terbelah dan tanah yang terbuka menjadi saksi. Kamera merekam, publik menyaksikan. Kang Dedi sapaan akrab sang gubernur menyapa langsung para pekerja penggalian batu. Suaranya tenang, namun pesannya tegas Gunung Ciremai bukan untuk dilukai.
Disangkanya saya tidak akan diam-diam. Saya sidak ke sini tanpa pemberitahuan. Siapa pun yang merusak Gunung Ciremai, besar atau kecil, akan saya tindak, ucapnya menatap kaki gunung yang selama ini menjaga Kuningan dari dahaga dan bencana.
Ciremai bukan sekadar lanskap. Ia adalah penyangga kehidupan, penjaga air, dan warisan bagi generasi yang belum lahir. Karena itu, Kang Dedi menegaskan, setiap aktivitas yang merusak ekosistem, mengganggu sumber air, dan membuka jalan bagi bencana, tak akan diberi ruang untuk bersembunyi.
Nada tegas itu sempat mencair oleh canda singkat. Kang Dedi bertanya, mengapa aktivitas tersebut bisa ketahuan. Seorang pekerja menjawab sederhana: karena kedatangan itu benar-benar mendadak. Namun di balik tawa kecil, pesan besarnya tak berubah alam tak pernah bisa dibohongi terlalu lama.
Inspeksi mendadak ini kembali membuka mata publik tentang ancaman nyata di kawasan kaki Gunung Ciremai. Lebih dari sekadar sidak, langkah ini dibaca sebagai peringatan keras
sekaligus janji Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdiri di barisan penjaga alam Di tanah Kuningan, pesan itu menggema jelas Gunung Ciremai bukan milik hari ini saja, melainkan titipan untuk masa depan. Pungkasnya
(*)

