![]() |
| Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengimbau Bobotoh dan masyarakat Jawa Barat untuk menggelar nonton bareng (noba |
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi membludaknya penonton ke stadion, mengingat laga bertajuk el clasico Indonesia itu selalu menyedot perhatian besar publik dan hingga H-3 pertandingan seluruh tiket telah habis terjual.
Erwan menyatakan telah meminta para kepala daerah di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk memfasilitasi kegiatan nobar di wilayah masing-masing, baik di aula kantor pemerintahan maupun di fasilitas publik seperti gelanggang olahraga.
Saya mengimbau kepada masyarakat dan para kepala daerah di Jawa Barat untuk melaksanakan nobar di daerahnya masing-masing, karena Persib ini bukan hanya milik Kota Bandung, tetapi milik seluruh Jawa Barat,” ujar Erwan usai rapatkoordinasi pengamanan Persib versus Persija di Aula Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, pelaksanaan nobar menjadi solusi agar euforia pertandingan tetap tersalurkan tanpa menimbulkan risiko gangguan keamanan di sekitar stadion, terlebih pihak keamanan akan melakukan penyekatan di sejumlah titik menuju GBLA.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan pengamanan pertandingan Persib melawan Persija akan diambil alih langsung oleh Polda Jawa Barat guna memastikan koordinasi berjalan lebih efektif.
Pengamanan kali ini kami ambil alih agar koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dapat berjalan lebih baik,” kata Rudi.
Selain pengamanan fisik, Polda Jabar juga akan melakukan pemantauan ketat di ruang digital, mengingat kerap muncul ajakan atau hasutan di media sosial yang berpotensi memicu provokasi jelang pertandingan besar.
Untuk mencegah kehadiran suporter tim tamu, penjagaan ketat akan dilakukan di seluruh pintu masuk ke Kota Bandung, baik melalui jalur kereta api maupun jalur darat lainnya, sesuai dengan regulasi PSSI yang tidak memperbolehkan kehadiran suporter tim lawan dalam laga tersebut.
(*)

