Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Warga Desa Cihideung Hilir Menuntut Kades Dan Perangkatnya Mundur

Minggu, 04 Januari 2026 | Januari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T07:14:42Z

Aksi demonstrasi ribuan warga Desa Cihideung Hilir

KABUPATEN KUNINGAN ,|| Aksi demonstrasi ribuan warga Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Senin (5/1/2026), berlangsung panas dan menegangkan.

Sejak pagi hari, massa mulai berdatangan dan mengepung Balai Pemerintahan Desa Cihideung Hilir, mempertanyakan transparansi anggaran dan realisasi program-program desa, dan puncaknya menuntut Kades beserta perangkatnya mundur.


Sekitar pukul 08.00 WIB warga mulai memadati halaman balai desa. Massa datang dari berbagai dusun, membawa poster, spanduk, dan pengeras suara. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena jumlah massa yang terus bertambah hingga meluber ke badan jalan.


Sekitar pukul 09.00 WIB, aksi mulai memanas. Sejumlah orator bergantian naik ke atas mobil komando dan tumpukan pengeras suara. Salah satu spanduk berukuran besar menarik perhatian massa.


Spanduk tersebut menampilkan ilustrasi seorang pria bermahkota bak raja, dikelilingi simbol kemewahan seperti mobil mewah, sepeda motor besar, tumpukan uang, serta bangunan megah. Pada bagian bawah spanduk tertulis kalimat bernada tudingan “Kemewahan Kepala Desa Hasil Korupsi Dana Desa.


Tak lama berselang, massa melakukan pembakaran ban bekas di tengah massa aksi. Api langsung menyala dan mengeluarkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi. Kepulan asap terlihat jelas dari kejauhan dan memicu perhatian warga sekitar.


Aparat keamanan gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP langsung membentuk barikade untuk menjaga agar api tidak meluas dan situasi tetap terkendali.


Meski tensi meningkat, hingga pukul 10.30 WIB aksi masih berlangsung kondusif. Aparat keamanan terus melakukan pendekatan persuasif, sementara massa tetap bertahan dengan berorasi keras mempertahankan kinerja Kepala Desa dan perangkatnya.


Koordinator Lapangan aksi, Iqbal, dalam orasinya menyampaikan, aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan warga setelah audiensi dengan pemerintah desa pada Oktober 2025 lalu dinilai tidak membuahkan kejelasan. Menurutnya, persoalan dugaan penyimpangan Dana Desa sudah lama dipertanyakan masyarakat.


“Warga sudah berulang kali meminta penjelasan. Banyak program desa yang tercantum, tapi di lapangan tidak pernah dirasakan. Ini bukan soal administrasi saja, tapi soal keadilan bagi masyarakat,” teriak Iqbal di hadapan ribuan massa.


Sekitar pukul 11.00 WIB, perwakilan warga akhirnya diterima untuk berdialog. Setelah proses negosiasi yang berlangsung cukup alot, Kepala Desa DAS bersama 12 perangkat desa menyatakan kesediaannya untuk mundur dari jabatan dengan bentuk penandatanganan pengunduran dari jabatan.


Hingga pukul 11.30 WIB, massa masih bertahan di sekitar Balai Desa Cihideung Hilir untuk memastikan proses pengunduran diri tersebut benar-benar ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Aparat keamanan tetap berjaga hingga situasi berangsur kondusif.


Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan tampak masih berjaga-jaga di lokasi. Sementara perwakilan pendemo diinformasikan tengah melakukan dialog dengan pihak Kecamatan Cidahu untuk memberikan penjelasan terkait masalah yang dipersoalkan masyarakat.

(*)

×
Berita Terbaru Update